SATU KEKELIRUAN FATAL MEMULAI USAHA

Umumnya pelaku usaha pemula, mendapatkan spirit atau semangat untuk memulai usaha adalah dari mengamati. Mengamati bisa berbentuk membaca, melihat, mendengar. Pelaku usaha pemula didalam memulai usaha biasanya untuk pertama kali merasakan semangat membara mendidih dalam dada. Setelah tertular virus pengusaha yang merupakan dampak dari hasil mengamati yang sering dilakukannya.

Misalnya saja, membaca profil pengusaha sukses, yang menceritakan lika likunya didalam merintis usaha hingga kemudian menjadi sukses gemilang dan banyak duit. Kemudian melihat pengusaha pengusaha sukses disekitarnya. Atau mendengar cerita cerita sukses dari mulut ke mulut mengenai Si A yang sukses dengan bisnis ini dan itu. Hal ini wajar dan sah saja dalam rangka membakar semangat untuk memulai usaha.

Namun yang seringkali menjadi masalah adalah. Munculnya juga dampak negatif. Yang juga merupakan hasil dari kegiatan mengamati itu tadi. Seringkali kita lalu dibutakan oleh semangat membara yang muncul menyeruak dalam dada tersebut. Sehingga yang terlihat oleh kita hanyalah kesuksesan demi kesuksesan pengusaha lain. Hanya sukses nya saja yang terlihat. Dan justru lika liku jatuh bangunnya; sebut saja proses memulai usaha. Si pengusaha yang diamati tersebut, jadi terlewatkan dari pengamatan kita.

Hal yang seperti ini sering terjadi dalam memulai usaha untuk pertama kalinya. Akhirnya ketika kita benar benar memulai usaha. Kita sering kali gegabah dalam bertindak dan secara tidak sadar meyakini, bahwa memulai usaha untuk kemudian menjadi sukses itu mudah. Dan disinilah biasanya awal kehancuran bisnis kita.

Disamping itu kan mental serta kepribadian pengusaha, belum benar benar terbentuk dalam diri kita. Akhirnya ketika kita menemui kenyataan ditengah perjalanan, bahwa memulai usaha dan mempertahankannya itu tidak mudah. Mental kita drop. Kemudian K.O. Nah ini karena kita belum siap dengan kenyataan tersebut. Kenyataan bahwa untuk berada di puncak itu nggak gampang, dan penuh liku.

Untuk menanggulangi hal ini. Seharusnya kita pelajari dulu benar benar, perihal seluk beluk menjalankan usaha yang akan kita pilih. Sebelum kita memulai usaha tersebut. Cari informasinya, sumbernya kan bisa dari mana saja. Majalah, koran, internet, televisi, radio dan lain lain. Jadi jangan langsung terburu buru mendatangkan peralatan kantor, meja kursi malah ada yang sampai langsung merekrut karyawan. Bisa bingung nanti.

Setiap usaha, apapun itu. Didalam memulai nya dan menjalankannya, pasti ada trik serta tehniknya sendiri sendiri. Dan juga berbeda tentunya, antara satu jenis usaha dengan yang lainnya. Dan kita harus mencari tau dulu, mengenai hal itu.

Malahan kenyataan yang ada. Banyak sekali pengusaha pengusaha sukses, yang awalnya kerja dulu menjadi karyawan. Atau bisa jadi ikut juragannya. Yang kemudian 'mencuri' ilmu bosnya. Untuk kemudian diterapkan ketika memulai usahanya sendiri. Dan kenyataannya banyak yang sukses setelah usaha nya di jalankan. Ini dikarenakan pengusaha itu nggak perlu lagi mengalami try and error, seperti yang pernah dialami bos nya ketika merintis usaha dulu.

Jadi bersemangat boleh. Asalkan tidak membutakan kita. Sehingga dengan begitu kita akan selamat baik didalam memulai usaha, maupun menjalankannya.(NU GAME)

Cari Uang Mudah Di Internet
Perlu Diperhatikan Untuk Memulai Usaha Bag.1
Perlu Diperhatikan Untuk Memulai Usaha Bag. 2
Peluang Usaha Offline Untuk Anda Bag.1
3 Kecerdasan Mutlak Memulai Usaha
Kecerdasan Financial Memulai Usaha Bag. 1
Kecerdasan Financial Memulai Usaha Bag. 2

KECERDASAN FINANCIAL MEMULAI USAHA BAG. 2

Berikutnya tentang kecerdasan financial yang perlu Anda fahami. Sebelum Anda memulai usaha Anda. Penjelasannya berikut ini.

Uang Anda nantinya, yang merupakan uang laba hasil usaha Anda. Jika Anda sudah memulai usaha nanti. Pada dasarnya tidak akan pernah menjadi uang Anda secara mutlak. Artinya benar benar menjadi uang milik Anda. Selama uang hasil usaha Anda tersebut, Anda belanjakan lagi, untuk keperluan selain keperluan usaha. Misalnya untuk keperluan pribadi.

Bukan berarti nggak boleh dibelanjakan untuk keperluan pribadi. Hanya saja prosentasenya adalah tidak melampaui 50 % dari laba. Nah sisa laba yang separuhnya lagi, adalah milik usaha Anda. Dan ingat, sisa laba itu adalah nyawa bisnis Anda. Yang dengan begitu maka usaha Anda nantinya akan berkembang lagi berkembang lagi. Karena Anda sebagai pemilik usaha selalu meniupkan nyawa segar(fresh money) pada bisnis Anda. Faham ya. Jadi sayangilah bisnis Anda. Jangan Anda jahatin bisnis Anda.

Perlakukan bisnis Anda seperti Anda memperlakukan seorang bayi. Ini untuk usaha yang baru dirintis, dimulai. Ibaratnya usaha yang baru dimulai itu adalah seorang bayi. Masih lemah dan butuh kasih sayang orang tuanya. Jadi masih belum bisa dikasarin. Ntar kalau sudah gede dan mapan, baru boleh dikasarin. He..he..he.

Masih ingat pengibaratan di atas bermakna apa. Artinya memulai usaha dan menjadikan usaha itu sukses gemilang mencapai puncak. Seperti Anda merawat dan membesarkan seorang bayi. Butuh ketekunan, perjuangan, ketangguhan pribadi Anda sebagai seorang pengusaha, dan kesabaran. Nanti akan saya bahas sendiri secara detil tentang kepribadian seorang pengusaha. Intinya sukses memulai usaha dan menjalankannya, merupakan sebuah proses. Bahkan di bisnis online sekalipun.

Oke ya kembali lagi ke kecerdasan financial. Jadi jelas ya. Uang Anda nantinya hanya benar benar akan menjadi milik Anda. Selama uang itu tetap berada pada genggaman Anda. Atau uang itu Anda kembalikan lagi menjadi sebuah asset milik Anda. Emas misalnya atau deposito misalnya. Selama sesuatu itu berkembang terus nilainya. Maka itu disebut dengan asset.

Pemahaman terakhir mengenai kecerdasan financial memulai usaha adalah berikut ini.

Perlakukan uang hasil usaha Anda. Seperti layaknya Anda memperlakukan sanak saudara Anda sendiri. Maksudnya gimana? Jangan Anda 'jual' uang Anda kepada pengusaha pengusaha lainnya. Artinya Anda memberi uang kepada supermarket, atau mall, atau plaza, atau show room mobil. Yang kemudian Anda menerima barang mewah sebagai ganti Anda memberikan uang tersebut. Anda kan nggak mungkin 'menjual' saudara Anda sendiri untuk kepentingan pribadi bukan? Sama saja Anda jahat dengan saudara sendiri namanya, jika itu Anda lakukan.

Namun sebaliknya. Jika itu untuk kepentingan orang banyak, atau kepentingan sosial. Maka sering Anda menyuruh saudara Anda untuk ikut membantu. Sama saja. Uang hasil usaha baru boleh dengan bebas Anda berikan. Jika tujuannya untuk kepentingan sosial atau kepentingan orang banyak. Sedekah misalnya. Sumbangan untuk masjid misalnya.

Jadi kesimpulannya. Hentikan terus terusan membantu berkembangnya bisnis pengusaha lain. Dengan cara membelanjakan uang Anda untuk keperluan pribadi yang belum begitu penting. Biasanya sih barang mewah. Karena itu namanya Anda membantu berkembangnya bisnis pengusaha lain. Toh Anda sudah memulai usaha sendiri dan itu artinya Anda punya bisnis sendiri untuk diurusi. Jadi ngapain juga masih ngurusin bisnis orang lain. Faham ya.

Kapan kita bisa sukses jika kerjaan kita hanya membantu berkembangnya bisnis pengusaha lain. Dan inilah salah satu transformasi kepribadian dari orang awam ke orang yang berkepribadian pengusaha, yang harus Anda lakukan, jika mau memulai usaha.

Baiklah ya. Sampai ketemu pada bahasan berikutnya, Kecerdasan Emosional Memulai Usaha.(NU GAME)

Cari Uang Mudah Di Internet
Perlu Diperhatikan Untuk Memulai Usaha Bag.1
Perlu Diperhatikan Untuk Memulai Usaha Bag.2

Peluang Usaha Offline Untuk Anda Bag.1

3 Kecerdasan Mutlak Memulai Usaha
Kecerdasan Financial Memulai Usaha Bag.1
Satu Kekeliruan Fatal Memulai Usaha