Berikutnya tentang kecerdasan financial yang perlu Anda fahami. Sebelum Anda memulai usaha Anda. Penjelasannya berikut ini.
Uang Anda nantinya, yang merupakan uang laba hasil usaha Anda. Jika Anda sudah memulai usaha nanti. Pada dasarnya tidak akan pernah menjadi uang Anda secara mutlak. Artinya benar benar menjadi uang milik Anda. Selama uang hasil usaha Anda tersebut, Anda belanjakan lagi, untuk keperluan selain keperluan usaha. Misalnya untuk keperluan pribadi.
Bukan berarti nggak boleh dibelanjakan untuk keperluan pribadi. Hanya saja prosentasenya adalah tidak melampaui 50 % dari laba. Nah sisa laba yang separuhnya lagi, adalah milik usaha Anda. Dan ingat, sisa laba itu adalah nyawa bisnis Anda. Yang dengan begitu maka usaha Anda nantinya akan berkembang lagi berkembang lagi. Karena Anda sebagai pemilik usaha selalu meniupkan nyawa segar(fresh money) pada bisnis Anda. Faham ya. Jadi sayangilah bisnis Anda. Jangan Anda jahatin bisnis Anda.
Perlakukan bisnis Anda seperti Anda memperlakukan seorang bayi. Ini untuk usaha yang baru dirintis, dimulai. Ibaratnya usaha yang baru dimulai itu adalah seorang bayi. Masih lemah dan butuh kasih sayang orang tuanya. Jadi masih belum bisa dikasarin. Ntar kalau sudah gede dan mapan, baru boleh dikasarin. He..he..he.
Masih ingat pengibaratan di atas bermakna apa. Artinya memulai usaha dan menjadikan usaha itu sukses gemilang mencapai puncak. Seperti Anda merawat dan membesarkan seorang bayi. Butuh ketekunan, perjuangan, ketangguhan pribadi Anda sebagai seorang pengusaha, dan kesabaran. Nanti akan saya bahas sendiri secara detil tentang kepribadian seorang pengusaha. Intinya sukses memulai usaha dan menjalankannya, merupakan sebuah proses. Bahkan di bisnis online sekalipun.
Oke ya kembali lagi ke kecerdasan financial. Jadi jelas ya. Uang Anda nantinya hanya benar benar akan menjadi milik Anda. Selama uang itu tetap berada pada genggaman Anda. Atau uang itu Anda kembalikan lagi menjadi sebuah asset milik Anda. Emas misalnya atau deposito misalnya. Selama sesuatu itu berkembang terus nilainya. Maka itu disebut dengan asset.
Pemahaman terakhir mengenai kecerdasan financial memulai usaha adalah berikut ini.
Perlakukan uang hasil usaha Anda. Seperti layaknya Anda memperlakukan sanak saudara Anda sendiri. Maksudnya gimana? Jangan Anda 'jual' uang Anda kepada pengusaha pengusaha lainnya. Artinya Anda memberi uang kepada supermarket, atau mall, atau plaza, atau show room mobil. Yang kemudian Anda menerima barang mewah sebagai ganti Anda memberikan uang tersebut. Anda kan nggak mungkin 'menjual' saudara Anda sendiri untuk kepentingan pribadi bukan? Sama saja Anda jahat dengan saudara sendiri namanya, jika itu Anda lakukan.
Namun sebaliknya. Jika itu untuk kepentingan orang banyak, atau kepentingan sosial. Maka sering Anda menyuruh saudara Anda untuk ikut membantu. Sama saja. Uang hasil usaha baru boleh dengan bebas Anda berikan. Jika tujuannya untuk kepentingan sosial atau kepentingan orang banyak. Sedekah misalnya. Sumbangan untuk masjid misalnya.
Jadi kesimpulannya. Hentikan terus terusan membantu berkembangnya bisnis pengusaha lain. Dengan cara membelanjakan uang Anda untuk keperluan pribadi yang belum begitu penting. Biasanya sih barang mewah. Karena itu namanya Anda membantu berkembangnya bisnis pengusaha lain. Toh Anda sudah memulai usaha sendiri dan itu artinya Anda punya bisnis sendiri untuk diurusi. Jadi ngapain juga masih ngurusin bisnis orang lain. Faham ya.
Kapan kita bisa sukses jika kerjaan kita hanya membantu berkembangnya bisnis pengusaha lain. Dan inilah salah satu transformasi kepribadian dari orang awam ke orang yang berkepribadian pengusaha, yang harus Anda lakukan, jika mau memulai usaha.
Baiklah ya. Sampai ketemu pada bahasan berikutnya, Kecerdasan Emosional Memulai Usaha.(NU GAME)
Cari Uang Mudah Di Internet
Perlu Diperhatikan Untuk Memulai Usaha Bag.1
Perlu Diperhatikan Untuk Memulai Usaha Bag.2
Peluang Usaha Offline Untuk Anda Bag.1
3 Kecerdasan Mutlak Memulai Usaha
Kecerdasan Financial Memulai Usaha Bag.1
Satu Kekeliruan Fatal Memulai Usaha
Uang Anda nantinya, yang merupakan uang laba hasil usaha Anda. Jika Anda sudah memulai usaha nanti. Pada dasarnya tidak akan pernah menjadi uang Anda secara mutlak. Artinya benar benar menjadi uang milik Anda. Selama uang hasil usaha Anda tersebut, Anda belanjakan lagi, untuk keperluan selain keperluan usaha. Misalnya untuk keperluan pribadi.
Bukan berarti nggak boleh dibelanjakan untuk keperluan pribadi. Hanya saja prosentasenya adalah tidak melampaui 50 % dari laba. Nah sisa laba yang separuhnya lagi, adalah milik usaha Anda. Dan ingat, sisa laba itu adalah nyawa bisnis Anda. Yang dengan begitu maka usaha Anda nantinya akan berkembang lagi berkembang lagi. Karena Anda sebagai pemilik usaha selalu meniupkan nyawa segar(fresh money) pada bisnis Anda. Faham ya. Jadi sayangilah bisnis Anda. Jangan Anda jahatin bisnis Anda.
Perlakukan bisnis Anda seperti Anda memperlakukan seorang bayi. Ini untuk usaha yang baru dirintis, dimulai. Ibaratnya usaha yang baru dimulai itu adalah seorang bayi. Masih lemah dan butuh kasih sayang orang tuanya. Jadi masih belum bisa dikasarin. Ntar kalau sudah gede dan mapan, baru boleh dikasarin. He..he..he.
Masih ingat pengibaratan di atas bermakna apa. Artinya memulai usaha dan menjadikan usaha itu sukses gemilang mencapai puncak. Seperti Anda merawat dan membesarkan seorang bayi. Butuh ketekunan, perjuangan, ketangguhan pribadi Anda sebagai seorang pengusaha, dan kesabaran. Nanti akan saya bahas sendiri secara detil tentang kepribadian seorang pengusaha. Intinya sukses memulai usaha dan menjalankannya, merupakan sebuah proses. Bahkan di bisnis online sekalipun.
Oke ya kembali lagi ke kecerdasan financial. Jadi jelas ya. Uang Anda nantinya hanya benar benar akan menjadi milik Anda. Selama uang itu tetap berada pada genggaman Anda. Atau uang itu Anda kembalikan lagi menjadi sebuah asset milik Anda. Emas misalnya atau deposito misalnya. Selama sesuatu itu berkembang terus nilainya. Maka itu disebut dengan asset.
Pemahaman terakhir mengenai kecerdasan financial memulai usaha adalah berikut ini.
Perlakukan uang hasil usaha Anda. Seperti layaknya Anda memperlakukan sanak saudara Anda sendiri. Maksudnya gimana? Jangan Anda 'jual' uang Anda kepada pengusaha pengusaha lainnya. Artinya Anda memberi uang kepada supermarket, atau mall, atau plaza, atau show room mobil. Yang kemudian Anda menerima barang mewah sebagai ganti Anda memberikan uang tersebut. Anda kan nggak mungkin 'menjual' saudara Anda sendiri untuk kepentingan pribadi bukan? Sama saja Anda jahat dengan saudara sendiri namanya, jika itu Anda lakukan.
Namun sebaliknya. Jika itu untuk kepentingan orang banyak, atau kepentingan sosial. Maka sering Anda menyuruh saudara Anda untuk ikut membantu. Sama saja. Uang hasil usaha baru boleh dengan bebas Anda berikan. Jika tujuannya untuk kepentingan sosial atau kepentingan orang banyak. Sedekah misalnya. Sumbangan untuk masjid misalnya.
Jadi kesimpulannya. Hentikan terus terusan membantu berkembangnya bisnis pengusaha lain. Dengan cara membelanjakan uang Anda untuk keperluan pribadi yang belum begitu penting. Biasanya sih barang mewah. Karena itu namanya Anda membantu berkembangnya bisnis pengusaha lain. Toh Anda sudah memulai usaha sendiri dan itu artinya Anda punya bisnis sendiri untuk diurusi. Jadi ngapain juga masih ngurusin bisnis orang lain. Faham ya.
Kapan kita bisa sukses jika kerjaan kita hanya membantu berkembangnya bisnis pengusaha lain. Dan inilah salah satu transformasi kepribadian dari orang awam ke orang yang berkepribadian pengusaha, yang harus Anda lakukan, jika mau memulai usaha.
Baiklah ya. Sampai ketemu pada bahasan berikutnya, Kecerdasan Emosional Memulai Usaha.(NU GAME)
Cari Uang Mudah Di Internet
Perlu Diperhatikan Untuk Memulai Usaha Bag.1
Perlu Diperhatikan Untuk Memulai Usaha Bag.2
Peluang Usaha Offline Untuk Anda Bag.1
3 Kecerdasan Mutlak Memulai Usaha
Kecerdasan Financial Memulai Usaha Bag.1
Satu Kekeliruan Fatal Memulai Usaha




0 komentar:
Poskan Komentar
Tulis komentar kamu disini