Untuk memulai sebuah usaha ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Disamping memulai usaha itu sendiri memerlukan keberanian. Termasuk berani gagal dan berani sukses. Baca juga halaman 3 kecerdasan mutlak memulai usaha.
Berani gagal dalam memulai usaha, artinya kita siap mental lahir bathin jika nanti usaha yang akan kita mulai itu gagal ketika sudah dijalankan. Dan bahkan jika kegagalan tersebut, nantinya akan membuat modal awal kita juga ikut hilang. Kita siap dengan resiko hilangnya modal awal kita itu. Harap difahami, ini sangat normal dalam dunia usaha. Terutama jika kita memulai usaha dengan bereksperimen atau coba coba formula usaha maupun bentuk usaha. Tanpa kita sebelumnya telah tahu ilmunya dari pelaku usaha yang sudah berpengalaman.
Sedangkan berani sukses dalam memulai usaha, artinya kita siap mental lahir bathin pada saat nanti usaha yang akan kita mulai behasil mendulang sukses. Kita siap terhadap godaannya, konsekwensinya dan lain lain. Godaan maksudnya godaan punya PIL atau WIL dan sebagainya termasuk godaan menghamburkan uang. Konsekwensi maksudnya, kita harus siap nanti akan jadi lebih sibuk dari sebelumnya, bahkan mungkin kehilangan waktu luang untuk anak istri. Kemudian konsekwensi bahwa jika usaha kita sukses, maka kita secara otomatis juga memikul tanggung jawab sosial. Sehingga jangan berpikiran bahwa sukses dan banyak uang itu adalah hanya milik kita saja. Pengusaha sukses juga dibarengi dengan munculnya tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sosial sekitarnya. Kemudian nggak kalah pentingnya. Jangan sombong!! Karena ini akan menjadi awal dari hancurnya kesuksesan kita. Percayalah, saya sudah bertahun tahun didunia usaha.
Baiklah ya. Jika dua hal tersebut kita sudah faham. Sekarang menginjak bahasan berikutnya dalam memulai usaha. Yaitu mental baja pantang menyerah. Ini sangat penting dalam memutuskan untuk memulai usaha. Kenapa?
Tidak ada kesuksesan apapun dalam memulai usaha yang bisa tercapai tanpa sebuah perjuangan. Pusing, letih, lelah, air mata, emosi sebutin aja semuanya, saya jamin akan kita lalui dalam memulai usaha yang kita pilih. Kita harus paham bahwa tidak ada yang instan di dunia ini termasuk dalam mencapai kesusksesan. Dan memutuskan untuk memulai usaha, artinya sama seperti kita menyatakan siap untuk melalui itu semua. Satu satunya yang instan di bumi ini ya mie instan, itupun melalui proses memasak.
Fahami kata proses itu. Sama seperti berjuang untuk meraih kesuksesan. Butuh proses. Yang nggak mudah dan sangat penuh dengan lika liku. Dan ketelatenan atau ketekunan serta mental baja pantang menyerah adalah solusinya. Nggak ada yang lainnya.
Gimana, masih berani? Saya bukan nakut nakutin, tapi memang itulah yang saya alami dalam proses meraih kesuksesan pada bisnis saya. Kemudian jika dengan membaca artikel ini kemudian Anda memilih memulai usaha yang nantinya nggak perlu sukses, atau hanya ala kadarnya saja. Maka saya sarankan urungkan saja niat Anda untuk memulai usaha. Karena hanya akan buang waktu, tenaga serta uang modal saja. Sebab berdasarkan pengalaman saya. Nggak ada pelaku usaha yang bisa hidup makmur sentausa setelah memulai usaha dengan niat awal yang seperti itu.
Kemudian bersiap siaplah dianggap sebagai orang aneh atau nggak lazim di lingkungan Anda. Ini hanya berlaku jika Anda hidup dilingkungan yang lebih dominan dihuni oleh PNS atau kaum pegawai. Yang notabene mereka itu anti dengan yang namanya memulai usaha. Mungkin karena keenakan punya gaji tetap kali.
Yang harus Anda lakukan adalah. Biarin aja mereka berpikir, "kok mau ya punya penghasilan nggak tetap." Nah Anda harus punya pola pikir begini, "kok mau ya punya penghasilan tetap." Kenapa? Karena biarpun nantinya penghasilan Anda nggak tetap jumlahnya. Yang penting kan nilainya besar. Kadang 50 ribu per hari, kadang 150 ribu perhari, kadang 200 ribu per hari. Yang penting kan besar biarpun nggak tetap. PNS pemula mana bisa dapat earning sebesar itu. Kecuali kalo korup.
Saya dalam usaha dagang saya, mampu meraih laba sebesar rata rata 150 ribu bersih per harinya. Namun sekarang saya sudah melepas bisnis yang sudah bertahun tahu saya jalankan itu. Bukan karena gagal atau bangkrut. Alasannya adalah karena otak dan fisik saya serta bathin saya sudah nggak tahan dengan stress yang muncul bertubi tubi sebagai konsekwensinya. Disamping jiwa saya, nurani saya, sebenarnya menentang usaha itu.
Bersambung disini(klik).(NU GAME)
Berani gagal dalam memulai usaha, artinya kita siap mental lahir bathin jika nanti usaha yang akan kita mulai itu gagal ketika sudah dijalankan. Dan bahkan jika kegagalan tersebut, nantinya akan membuat modal awal kita juga ikut hilang. Kita siap dengan resiko hilangnya modal awal kita itu. Harap difahami, ini sangat normal dalam dunia usaha. Terutama jika kita memulai usaha dengan bereksperimen atau coba coba formula usaha maupun bentuk usaha. Tanpa kita sebelumnya telah tahu ilmunya dari pelaku usaha yang sudah berpengalaman.
Sedangkan berani sukses dalam memulai usaha, artinya kita siap mental lahir bathin pada saat nanti usaha yang akan kita mulai behasil mendulang sukses. Kita siap terhadap godaannya, konsekwensinya dan lain lain. Godaan maksudnya godaan punya PIL atau WIL dan sebagainya termasuk godaan menghamburkan uang. Konsekwensi maksudnya, kita harus siap nanti akan jadi lebih sibuk dari sebelumnya, bahkan mungkin kehilangan waktu luang untuk anak istri. Kemudian konsekwensi bahwa jika usaha kita sukses, maka kita secara otomatis juga memikul tanggung jawab sosial. Sehingga jangan berpikiran bahwa sukses dan banyak uang itu adalah hanya milik kita saja. Pengusaha sukses juga dibarengi dengan munculnya tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sosial sekitarnya. Kemudian nggak kalah pentingnya. Jangan sombong!! Karena ini akan menjadi awal dari hancurnya kesuksesan kita. Percayalah, saya sudah bertahun tahun didunia usaha.
Baiklah ya. Jika dua hal tersebut kita sudah faham. Sekarang menginjak bahasan berikutnya dalam memulai usaha. Yaitu mental baja pantang menyerah. Ini sangat penting dalam memutuskan untuk memulai usaha. Kenapa?
Tidak ada kesuksesan apapun dalam memulai usaha yang bisa tercapai tanpa sebuah perjuangan. Pusing, letih, lelah, air mata, emosi sebutin aja semuanya, saya jamin akan kita lalui dalam memulai usaha yang kita pilih. Kita harus paham bahwa tidak ada yang instan di dunia ini termasuk dalam mencapai kesusksesan. Dan memutuskan untuk memulai usaha, artinya sama seperti kita menyatakan siap untuk melalui itu semua. Satu satunya yang instan di bumi ini ya mie instan, itupun melalui proses memasak.
Fahami kata proses itu. Sama seperti berjuang untuk meraih kesuksesan. Butuh proses. Yang nggak mudah dan sangat penuh dengan lika liku. Dan ketelatenan atau ketekunan serta mental baja pantang menyerah adalah solusinya. Nggak ada yang lainnya.
Gimana, masih berani? Saya bukan nakut nakutin, tapi memang itulah yang saya alami dalam proses meraih kesuksesan pada bisnis saya. Kemudian jika dengan membaca artikel ini kemudian Anda memilih memulai usaha yang nantinya nggak perlu sukses, atau hanya ala kadarnya saja. Maka saya sarankan urungkan saja niat Anda untuk memulai usaha. Karena hanya akan buang waktu, tenaga serta uang modal saja. Sebab berdasarkan pengalaman saya. Nggak ada pelaku usaha yang bisa hidup makmur sentausa setelah memulai usaha dengan niat awal yang seperti itu.
Kemudian bersiap siaplah dianggap sebagai orang aneh atau nggak lazim di lingkungan Anda. Ini hanya berlaku jika Anda hidup dilingkungan yang lebih dominan dihuni oleh PNS atau kaum pegawai. Yang notabene mereka itu anti dengan yang namanya memulai usaha. Mungkin karena keenakan punya gaji tetap kali.
Yang harus Anda lakukan adalah. Biarin aja mereka berpikir, "kok mau ya punya penghasilan nggak tetap." Nah Anda harus punya pola pikir begini, "kok mau ya punya penghasilan tetap." Kenapa? Karena biarpun nantinya penghasilan Anda nggak tetap jumlahnya. Yang penting kan nilainya besar. Kadang 50 ribu per hari, kadang 150 ribu perhari, kadang 200 ribu per hari. Yang penting kan besar biarpun nggak tetap. PNS pemula mana bisa dapat earning sebesar itu. Kecuali kalo korup.
Saya dalam usaha dagang saya, mampu meraih laba sebesar rata rata 150 ribu bersih per harinya. Namun sekarang saya sudah melepas bisnis yang sudah bertahun tahu saya jalankan itu. Bukan karena gagal atau bangkrut. Alasannya adalah karena otak dan fisik saya serta bathin saya sudah nggak tahan dengan stress yang muncul bertubi tubi sebagai konsekwensinya. Disamping jiwa saya, nurani saya, sebenarnya menentang usaha itu.
Bersambung disini(klik).(NU GAME)




0 komentar:
Poskan Komentar
Tulis komentar kamu disini